Overseasidol.com — Industri musik fisik di Jepang kembali menghadapi tekanan besar seiring berkembangnya era digital.
Jaringan ritel musik ternama Tower Records baru-baru ini mengumumkan penutupan beberapa gerainya, menambah daftar panjang toko musik yang terdampak perubahan perilaku konsumsi masyarakat.
Melalui situs resmi dan akun media sosial, Tower Records mengonfirmasi bahwa gerai Machida akan resmi ditutup pada 6 Juli 2026.
Tidak lama berselang, kabar serupa juga datang dari gerai Mito OPA yang akan menghentikan operasional pada 31 Juli 2026, mengikuti penutupan fasilitas tempatnya beroperasi.
Dalam pernyataan resminya, pihak perusahaan menyampaikan rasa terima kasih kepada pelanggan yang telah setia mendukung selama bertahun-tahun.
Gerai Mito OPA sendiri diketahui mulai beroperasi sejak April 2019, menjadikannya salah satu cabang yang relatif baru namun tetap tidak mampu bertahan di tengah perubahan industri.
Gelombang penutupan ini langsung memicu reaksi luas di media sosial.
Banyak pengguna internet mengungkapkan rasa sedih dan nostalgia terhadap toko fisik yang selama ini menjadi tempat penting bagi pecinta musik.
Sebagian bahkan mengaitkan fenomena ini dengan dominasi layanan streaming yang kini semakin menggeser kebiasaan membeli CD dan kaset.
Tower Records selama ini dikenal luas sebagai pusat budaya musik dan subkultur, terutama di kalangan anak muda.
Selain menjual album fisik, toko ini juga menjadi ruang bagi komunitas untuk menemukan tren musik terbaru dan berbagai produk budaya populer.

Tidak ada Respon