Overseasidol.com — Kontroversi mengenai kasus penguntitan terhadap artis Thailand kembali menjadi sorotan setelah salah satu staf manajemen dari Domundi, yaitu Ker, menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya.
Pernyataan panjang tersebut dibuat untuk merespons berbagai kritik dan kesalahpahaman yang berkembang di kalangan penggemar internasional.
Dalam klarifikasinya, Ker menjelaskan bahwa dirinya selama ini bertanggung jawab dalam koordinasi antara artis dan tim, baik di depan layar maupun di balik layar.
Ia mengakui bahwa meskipun tidak selalu dapat mendampingi artis secara langsung, terutama saat berada di luar negeri, dirinya tetap aktif memantau situasi serta menjaga komunikasi dengan tim terkait keamanan.
ขออนุญาตให้ข้อมูลและชี้แจงเพิ่มเติมถึงพี่ ๆ ทุกท่านเลยค่ะ🙏🏻 pic.twitter.com/8NGuGXZnan
— Ker (@kerdomundi) May 25, 2026
Ker juga mengungkapkan bahwa unggahannya sebelumnya didasari oleh kekhawatiran terhadap keselamatan artis, setelah menerima sejumlah informasi yang dianggap serius.
Namun, karena adanya keterbatasan dalam membagikan detail internal, pernyataannya saat itu dinilai kurang jelas dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebutkan negara atau kelompok tertentu sebagai pelaku, serta tidak berniat menyudutkan fandom mana pun.
Menurutnya, fokus utama seharusnya hanya pada perilaku penguntitan yang melanggar privasi, seperti mengikuti artis tanpa izin atau mendatangi lokasi pribadi yang tidak terbuka untuk umum.
Ker juga mengakui bahwa cara penyampaiannya mungkin menimbulkan interpretasi yang berbeda di kalangan publik.
Oleh karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terdampak, sekaligus berjanji akan lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di masa depan.
Meski demikian, pernyataan tersebut justru memicu reaksi keras, khususnya dari penggemar asal China.
Banyak yang menilai permintaan maaf tersebut tidak menyentuh inti permasalahan dan dianggap kurang tulus.
Kritik juga muncul karena tidak adanya versi pernyataan dalam bahasa Mandarin, yang dianggap sebagai bentuk kurangnya penghormatan terhadap basis penggemar yang terdampak langsung.
Sejumlah netizen bahkan mempertanyakan transparansi tim, dengan meminta bukti konkret terkait dugaan penguntitan yang disebutkan.
Tak sedikit pula yang mengaitkan polemik ini dengan isu sebelumnya, termasuk pembatalan kegiatan Domundi di China yang sempat menuai kontroversi.







Tidak ada Respon