Bongkar Trauma Masa Kecil, Psi Scott Ungkap Dipaksa Konsumsi Obat Terlarang

M. Mujibburohim
Bongkar Trauma Masa Kecil, Psi Scott Ungkap Dipaksa Konsumsi Obat Terlarang
Photo via Puttha Talk.
A-AA+A++

Overseasidol.com — Aktivis lingkungan dan tokoh publik Thailand, Psi Scott kembali mengejutkan masyarakat setelah muncul secara terbuka usai melangsungkan pertemuan penting dengan sebuah yayasan amal dan para akademisi.

Dalam kesempatan tersebut, Psi memberikan pengakuan yang jauh lebih mendalam mengenai masa lalu kelam yang harus didekapnya sendiri sejak kecil.

Setelah sekian lama mencoba menata kembali ingatan masa lalunya, ia kini dengan tegas mengonfirmasi bahwa dirinya menjadi korban pelecehan seksual yang berkepanjangan sejak usia sembilan hingga lima belas tahun, bahkan sempat dipaksa mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan terlarang.

Rahasia besar ini sengaja ia simpan rapat-rapat selama bertahun-tahun semata-mata karena enggan merusak reputasi keluarga besarnya.

Ia menjelaskan bahwa keputusannya untuk bungkam selama ini bukanlah taktik untuk menunggu momen tertentu, melainkan cerminan dari kesulitan psikologis yang biasa dialami korban trauma berat untuk mengakui kepedihan yang mereka alami.

Hampir seluruh hidupnya dihabiskan dalam bayang-bayang ketakutan dan tekanan batin, hingga akhirnya ia sampai pada titik di mana ia harus memilih antara mempertahankan kelangsungan hidupnya sendiri atau menjaga citra orang lain.

Untuk menghadapi proses hukum ke depan, Psi kini telah menyerahkan seluruh urusan komunikasi dan advokasi legal kepada pihak yayasan, dan dijadwalkan akan menghadiri persidangan perdana di pengadilan pada tanggal 10 Juni mendatang.

Motivasi terbesar Psi untuk berani menyuarakan kebenaran ini adalah demi menyembuhkan luka batin anak kecil di dalam dirinya yang dahulu tidak pernah mendapatkan perlindungan dari siapa pun.

Berbeda dengan masa lalunya yang terisolasi, kini ia merasa jauh lebih tenang karena melihat besarnya arus dukungan dan simpati dari masyarakat luas.

Menghadapi persidangan yang kian dekat, Psi Scott bahkan sempat melontarkan pernyataan satire bahwa satu-satunya hal yang ia khawatirkan adalah jika pihak lawan justru mangkir dan tidak berani menampakkan diri di ruang sidang.