Overseasidol.com — Pada tanggal 9 Mei, paparazzi ternama Tiongkok, Zhang Xiaohan, kembali menghebohkan jagat maya dengan unggahan terbarunya dalam bentuk komik.
Dalam komik tersebut, ia mengisyaratkan bahwa seorang “aktris papan atas berwibawa” diam-diam telah melahirkan anak di luar negeri dengan alasan menempuh studi, dan ayah dari anak tersebut disebut sebagai seorang pengusaha kaya yang sudah menikah.
Meski tidak menyebut nama secara langsung, isi dari unggahan tersebut langsung memicu gelombang spekulasi di kalangan netizen.
Sejumlah nama artis ikut terseret, termasuk Jiang Shuying, yang popularitasnya kembali melonjak berkat drama “Nothing But Thirty”.
Spekulasi menguat karena beberapa petunjuk dalam komik—seperti pernah belajar di luar negeri dan pernah menjalin hubungan dengan aktor ternama dinilai cocok dengan latar belakang Jiang Shuying.
Ia diketahui pernah menempuh studi di Inggris dan sempat dikabarkan dekat dengan Zhang Kangyang dan aktor Hu Ge.
Menanggapi rumor yang semakin memanas dan sempat masuk dalam daftar trending topic, studio Jiang Shuying memberikan tanggapan pada hari yang sama.
Namun, responnya sangat singkat hanya dua karakter hanzi dalam mandarin “Hehe”.
Ungkapan singkat ini pun langsung dianggap publik sebagai bentuk ejekan terhadap isu tak berdasar tersebut.
Reaksi penggemar pun terbagi. Sebagian mendukung pendekatan tenang dan rasional tersebut, menilai bahwa tak perlu bereaksi berlebihan terhadap gosip tak berdasar.
Namun, tak sedikit pula yang kecewa dan merasa bahwa studio seharusnya bersikap lebih tegas untuk membela reputasi sang artis, seperti dengan menggugat atau memberikan klarifikasi resmi.
Sejumlah pakar hukum turut memberikan pandangan. Menurut mereka, karena Zhang Xiaohan menyampaikan tuduhannya secara anonim dan lewat bentuk ilustrasi komik yang bersifat samar, maka sulit untuk ditindak secara hukum.
Oleh karena itu, respons singkat dari studio mungkin adalah strategi untuk meredam pemberitaan.
Namun, di sisi lain, kurangnya klarifikasi yang tegas justru bisa memperpanjang spekulasi publik.






