OVERSEASIDOL.COM — Acara realitas populer “Ride the Wind 2025” akhirnya tayang perdana, menampilkan 30 artis wanita yang bersaing untuk mendapatkan sorotan di industri hiburan.
Namun, yang paling menarik perhatian adalah pernyataan mengejutkan dari Li Yitong, mantan anggota grup idola SNH48.
Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa dirinya belum pernah mencapai kesuksesan besar dan tidak berharap bisa “bangkit kembali” di acara ini.
Dalam sesi wawancara dan siaran langsungnya, Li Yitong dengan jujur membahas kesulitan yang dialami anggota SNH48 setelah keluar dari grup.
Ia menyebut bahwa meskipun SNH48 telah melahirkan beberapa juara dalam ajang pemilihan umum tahunan, hanya Ju Jingyi yang berhasil menembus batas popularitas grup idol dan mencapai kesuksesan di industri hiburan yang lebih luas.
Menurut Li Yitong, SNH48 mengandalkan pesona anak muda dan penampilan yang energik, tetapi kurang dalam hal profesionalisme dan strategi pemasaran yang matang.
Hal ini membuat banyak mantan anggota sulit mempertahankan popularitas mereka setelah meninggalkan grup.
Ju Jingyi dianggap sebagai satu-satunya mantan anggota SNH48 yang berhasil “menembus batas idol” dan meraih sukses di dunia hiburan.
Ia tidak hanya dikenal karena wajahnya yang cantik, tetapi juga karena bakat menyanyi dan menari yang solid serta pilihan proyek yang tepat.
Setelah keluar dari SNH48, Ju Jingyi membintangi berbagai drama populer seperti “Novoland: The Castle in the Sky”, “Detective Samoyeds”, “Legend of Yunxi”, dan masih banyak lagi.
Selain itu, lagu-lagunya seperti “Tan Yunxi” dan “Lian’ai Gaoji” juga viral dan mendapat respons positif dari publik.
Sebaliknya, mantan juara SNH48 lainnya seperti Li Yitong dan Sun Rui belum mampu mencapai tingkat popularitas yang sama.
Drama “The Twin Flower Legend” yang dibintangi Li Yitong tidak mendapat sambutan luas, begitu pula dengan film adaptasi novel populer “Snow Eagle Lord” yang dibintangi Sun Rui.






