Pada 27 Juli, manajemen Esther Yu merilis pernyataan resmi terkait maraknya konten berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diduga menggunakan wajah dan suaranya tanpa izin.
Pihak studio menegaskan bahwa Esther tidak pernah terlibat dalam proses produksi maupun perekaman konten AI tersebut.
Dalam pernyataannya, studio menyebut banyak video pendek dan AI short drama yang beredar di internet menggunakan hasil rekayasa digital dengan menyalin wajah, ekspresi, hingga karakter suara sang artis.
Seluruh konten tersebut ditegaskan dibuat tanpa persetujuan maupun lisensi resmi dari sang artis.
Studio juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memberikan izin kepada individu, perusahaan, ataupun platform mana pun untuk menggunakan wajah maupun suara Esther sebagai materi pelatihan atau produksi AI.
Oleh karena itu, seluruh konten yang memanfaatkan identitasnya untuk tujuan komersial dinilai sebagai pelanggaran hak atas potret dan suara yang dilindungi hukum.
Pernyataan tersebut juga menyoroti semakin banyaknya drama pendek AI yang memiliki karakter perempuan dengan wajah sangat mirip Esther Yu.
Selain itu, suara yang digunakan disebut menyerupai intonasi dan gaya bicara sang aktris, termasuk karakter ikonik yang pernah diperankannya.
Kondisi ini membuat banyak penonton mengaku kesulitan membedakan antara konten asli dan hasil rekayasa AI.
Studio mengungkapkan bahwa mereka telah mengumpulkan serta mengamankan berbagai bukti atas dugaan pelanggaran tersebut.
Seluruh pihak yang memproduksi, menyebarkan, maupun menyediakan platform bagi konten AI yang melanggar diminta segera menghentikan aktivitasnya serta menghapus seluruh materi terkait. (Overseasidol.com)







Tidak ada Respon